Cara menggunakan Dropbox untuk menyusun laporan pajak Anda

Tidak ada orang yang suka mengerjakan laporan pajak. Namun, ketika perpanjangan tenggat waktu pelaporan pajak pada 17 Mei 2021 semakin dekat, warga negara Indonesia tidak bisa lagi menunda-nunda pelaporan—dan tumpukan dokumen terkait pajak jelas menyulitkan Anda untuk memproses atau mengirimkannya ke akuntan Anda. Tahun ini, pertimbangkanlah untuk menggunakan Dropbox guna membantu Anda, daripada kewalahan (atau kehilangan dokumen penting). Berikut caranya.

1. Tinggalkan dokumen kertas 

Anda masih menyimpan semua tanda terima di kotak sepatu? Sekarang ada cara yang lebih baik. Buatlah folder khusus di Dropbox untuk urusan pajak, dan gunakan aplikasi pemindai yang terintegrasi dengan Dropbox untuk mengunggah tanda terima dan formulir pajak yang dikirimkan kepada Anda. Setelah semua file diubah ke format digital dan disimpan dengan aman di Dropbox, Anda tidak perlu khawatir akan kehilangan dokumen penting, dan Anda mengetahui dengan pasti di mana harus mencari tagihan medis atau formulir SPPT.

 

2. Lakukan pengarsipan dengan cepat dan mudah 

Setelah semua file berada di folder Dropbox, sekarang waktunya untuk menggunakannya. Anggaplah folder pajak tersebut sebagai toko serba ada untuk persiapan laporan pajak, yang tidak hanya berisi tanda terima dan formulir pajak tetapi juga Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang telah selesai. Semua info yang perlu diarsipkan—termasuk SPT tahun lalu—ada di situ. Anda bekerja dengan seorang akuntan? Daripada mengirim file keuangan yang sensitif sebagai lampiran di banyak email, Anda bisa mengirim semua file sekaligus secara aman dengan membagikan folder pajak Anda dan memilih pengaturan dan izin yang tepat untuk Anda. Contohnya, pengguna Dropbox Pro bisa membagikan folder dengan izin hanya lihat, atau mengirimkan tautan bersama ke folder tersebut yang dilindungi kata sandi atau yang dapat kedaluwarsa.

 

3. Lindungi info keuangan Anda

Selain keamanan yang sudah tersedia di Dropbox, Anda bisa melakukan langkah tambahan untuk melindungi data—yang terutama penting ketika informasi keuangan sensitif disimpan di akun Anda. Kami merekomendasikan:

  • Menyiapkan verifikasi dua langkah dan memilih kata sandi yang kuat dan unik untuk akun Dropbox Anda
  • Menambahkan kata sandi atau kode PIN untuk mengakses laptop atau perangkat mobile Anda
  • Menyiapkan enkripsi seluruh disk untuk melindungi data jika perangkat Anda hilang atau dicuri
  • Bertanya kepada akuntan atau penyusun laporan pajak Anda tentang keamanan di akun dan perangkat mereka

Dengan menjalankan tips ini, Anda akan siap menyambut momen paling membahagiakan di tahun ini—yaitu menyelesaikan agenda 'Pelaporan pajak' dari daftar tugas Anda.

Ingin mengetahui apa lagi yang bisa Anda lakukan dengan Dropbox?

Pelajari fitur Dropbox lebih lanjut