6 kiat solopreneur untuk membantu Anda memulai

Tidak ada solopreneur yang tidak memerlukan bantuan—bahkan ketika Anda baru memulai sendiri. Kami telah mengumpulkan beberapa kiat berguna untuk membantu memulai petualangan bisnis solo Anda.

Seorang solopreneur yang mencari kiat di komputer dan perangkat mobile-nya

Setelah Anda memutuskan ide bisnis solopreneur Anda, langkah berikutnya—dan seringkali yang terbesar—adalah memulai. Jadi, bagaimana Anda bisa mewujudkan ide Anda?

Kami mulai mencari dan mengumpulkan enam kiat untuk solopreneur yang masih merintis, untuk membantu Anda dalam perjalanan Anda.

1) Temukan ide bisnis yang memenuhi kebutuhan Anda

Anda akan menginvestasikan banyak waktu dalam bisnis solo Anda, jadi bisnis tersebut harus merupakan sesuatu yang Anda sukai, dan akan membuat Anda tetap terlibat.

Tanyakan pada diri Anda mengapa Anda ingin memulai bisnis solopreneur. Apakah Anda menginginkan jam kerja yang fleksibel, atau Anda memiliki hobi yang ingin dijadikan karier?

Seorang solopreneur melingkari ide untuk bisnis solonya, di papan tulis.

Panduan ide bisnis solopreneur kami hanyalah titik awal: pada kenyataannya, ada ribuan model bisnis yang dapat Anda lihat untuk dijalankan sendiri. Luangkan waktu untuk menilai beberapa opsi, pikirkan aspek manfaat dari masing-masing opsi, dan putuskan apa yang terasa paling cocok untuk ambisi dan preferensi Anda.

2) Tetapkan tujuan dan buat rencana bisnis

Setelah Anda memiliki ide bisnis dan visi yang luas, inilah saatnya untuk menuliskannya di atas kertas—atau bahkan dokumen di Dropbox Paper—dan memetakan detail model bisnis Anda.

Sebuah rencana bisnis pada umumnya akan mencakup detail berikut:

  • Ringkasan eksekutif
  • Deskripsi bisnis
  • Detail strategi pasar
  • Analisis kompetitor
  • Desain dan rencana pengembangan dari produk dan layanan Anda
  • Informasi tentang operasi dan rencana manajemen Anda
  • Informasi keuangan, perencanaan, dan faktor

Cobalah untuk membuatnya sesederhana mungkin. Siapa pun harus dapat membaca rencana bisnis Anda dan memahami apa bisnis Anda, bagaimana bisnis menghasilkan uang, dan bagaimana operasinya.

Solopreneur menulis rencana bisnis di buku catatan.

Membuat rencana bisnis juga akan membantu Anda menemukan masalah dalam ide Anda dan menyelesaikannya sebelum menjalankan rencana. Anda mungkin juga ingin memikirkan jangka panjang, dan mempertimbangkan strategi pertumbuhan untuk bisnis jika Anda berharap untuk mengembangkan bisnis nantinya.

3) Tetap teratur dan patuh pada rencana Anda

Ketika menjalankan bisnis sebagai solopreneur, semua tergantung pada Anda. Anda menjalankan operasi, menyerahkan hasil pekerjaan, dan berurusan dengan pelanggan. Begitu Anda jatuh, bisnis Anda akan mengikuti.

Itulah mengapa sangat penting untuk tetap teratur dan tetap memegang kendali atas berbagai aspek yang berjalan dalam bisnis mandiri Anda.

Seorang solopreneur mencari di antara file yang tertata rapi.

Untungnya, penyimpanan dokumen Dropbox dan aplikasi produktivitas dapat dengan mudah membuat alur kerja solopreneur Anda menjadi efisien.

4) Otomatiskan sebanyak yang Anda bisa

Anda bekerja seorang diri. Semakin banyak waktu yang Anda dedikasikan untuk menghasilkan produk atau layanan bisnis solopreneur Anda, semakin banyak pendapatan yang dapat Anda kumpulkan.

Di sinilah pengotomatisan dapat membantu. Mengapa menghabiskan waktu mengerjakan tugas rutin, jika teknologi dapat melakukannya untuk Anda?

Seorang solopreneur bersantai di kursi saat komputer mengotomatiskan alur kerjanya.

Integrasi Dropbox dengan alat pengotomatisan terkemuka di industri, seperti Zapier dan Nintex, dapat membantu Anda menyederhanakan dan mengotomatiskan alur kerja dengan konten Dropbox Anda, membebaskan pekerjaan manual yang biasanya perlu Anda lakukan di seluruh aplikasi.

Persetujuan konten, misalnya. Proses yang melibatkan banyak pemangku kepentingan dan banyak tahapan ini dapat sepenuhnya diotomatisasi di dalam Dropbox menggunakan K2, platform pengotomatisan alur kerja yang populer. Dengan merutekan konten secara otomatis ke para kontributor untuk kolaborasi dan persetujuan sebelum publikasi, Anda dapat menghilangkan tugas manual yang tidak perlu.

Untuk solopreneur, hal ini bisa berperan besar dalam mengurangi manajemen mikro yang mungkin dapat mengganggu produktivitas Anda.

Terlebih lagi, kekuatan pengotomatisan dalam Dropbox akan terus berkembang seiring waktu, karena platform terus meningkatkan investasi dalam integrasi tingkat lanjut.

Seperti yang dikatakan oleh Eyal Inbar, Wakil Presiden Aliansi Teknologi Global di K2, “K2 dan Dropbox memiliki tujuan yang sama, yaitu menyederhanakan cara pengguna menemukan, menghubungkan, dan mengelola informasi, baik yang berada di lokasi maupun di awan. Melalui integrasi dengan Dropbox, kami dapat membantu memberdayakan pelanggan untuk memikirkan kembali alur kerja mereka dan membangun aplikasi proses yang hebat.”

5) Jangan takut untuk mendatangkan bantuan saat Anda membutuhkannya

Meskipun solopreneur menyiratkan bahwa Anda berniat untuk bekerja sendiri, tidak ada alasan Anda tidak dapat mendatangkan dukungan dari waktu ke waktu ketika membutuhkannya.

Jika mengalami bulan yang sangat sibuk, atau membutuhkan keahlian khusus untuk proyek yang akan datang, Anda pasti harus mempertimbangkan untuk mengalihdayakan sebagian pekerjaan Anda. Mengapa tidak merekrut seorang freelancer, untuk mendukung beberapa pekerjaan yang dibutuhkan? Atau membayar akuntan untuk mengurus penghitungan pajak Anda? 

Dukungan yang tepat tidak akan melemahkan status Anda sebagai solopreneur—tetapi akan membebaskan Anda untuk fokus pada hal yang penting: kesuksesan bisnis Anda sendiri.

Seorang solopreneur yang sedang melakukan panggilan video dengan pakar tentang proyek yang mereka kerjakan.

Berbagi beban kerja tidak berarti Anda harus menghentikan alur kerja. Dengan berbagi file Dropbox, Anda dapat mengambil kendali penuh atas siapa yang memiliki akses dan untuk berapa lama. Dan dengan alat kolaborasi konten kami, Anda dapat bekerja secara bersamaan pada file yang sama secara paralel, tanpa saling mengganggu.

6) Berlatih kesabaran, nikmati kebebasan, dan ingat bahwa ini bukan hanya tentang uang

Sementara kiat kami yang lain lebih ke arah praktik, kami ingin menutup dengan poin yang sedikit lebih filosofis.

Seorang solopreneur meluangkan waktu sejenak untuk bermeditasi setelah hari yang sibuk.

Solopreneurship bisa jadi sulit, dan bukan untuk semua orang. Setelah meluncurkan bisnis sendiri, Anda mungkin perlu beberapa waktu untuk mulai menghasilkan pendapatan. Terkadang, hal itu mungkin mulai terasa tidak seperti yang Anda bayangkan.

Tapi ingat, jalur karier ini bukan hanya tentang uang. Keindahan bisnis solopreneur adalah Anda benar-benar memegang kendali dan mampu menikmati kebebasan yang menyertainya. Ini adalah bisnis Anda, dan ada begitu banyak manfaat yang menyertainya.

Di atas segalanya, kesabaran dan ketekunan adalah dasar dari perjalanan solopreneur yang sukses. Ingat alasan Anda memulai pada awalnya—nilai inti, pilihan gaya hidup, kebebasan—dan berikan waktu yang dibutuhkan bisnis Anda untuk menemukan pijakan yang kokoh.

Beri diri Anda ruang untuk melakukan pekerjaan terbaik Anda

Menjalankan bisnis solo bisa menjadi seperti angin topan suatu hari, dan tenang seperti pusat badai di hari berikutnya. Meskipun ada banyak bagian yang tidak dapat Anda kendalikan, satu hal yang dapat Anda kendalikan adalah ruang kerja Anda. 

Mulailah dengan mengatur meja Anda, kantor rumah Anda, dan dokumen Anda. Kemudian tingkatkan dengan Dropbox: tempat Anda dapat menggunakan alat yang Anda sukai, menyimpan file penting dengan aman, menghilangkan kekacauan, dan menjadikan hari kerja Anda seproduktif mungkin.

Temukan ruang untuk semua pekerjaan Anda.

Coba Dropbox sekarang